
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Teknologi pertanian di Indonesia mulai memasuki babak baru dengan hadirnya drone pintar. DJI, pionir drone pertanian dunia, resmi memperkenalkan lini produk terbarunya melalui distributor resmi PT Smart Tech Solution International (STS) dan melihat Indonesia Timur sebagai kawasan potensial untuk transformasi pertanian modern.
DJI memulai langkahnya di sektor pertanian sejak 2015 dengan meluncurkan Agras MG-1. Kini, mereka memiliki seri terbaru seperti DJI Agras T25P, T50, hingga T100 yang mampu membawa muatan cairan sebanyak 100 liter untuk penyemprotan maupun 100 kilogram pupuk granular.
Menurut Business Development DJI Agriculture (STS), Dede Supriatna, wilayah Indonesia Timur memiliki karakteristik lahan yang menantang sekaligus menjanjikan.
“Tantangan geografis berupa kontur berbukit, akses jalan terbatas, serta curah hujan yang bervariasi justru menjadi alasan kuat mengapa teknologi drone sangat relevan,” ucapnya kepada Fajar.co.id.
Komoditas utama di kawasan ini beragam, mulai dari padi, jagung, kakao, tebu, kelapa, hingga rempah seperti pala dan cengkeh. Dede menilai penggunaan drone bisa mempercepat kerja petani sekaligus memangkas biaya operasional.
Sebagai contoh, di perkebunan tebu Sulawesi, penyemprotan yang biasanya membutuhkan waktu berhari-hari kini dapat selesai hanya dalam hitungan jam berkat drone DJI Agras T100.
“Dengan adanya update pada spreading system atau sistem penebaran drone DJI Agras T100 yaitu menggunakan teknologi scewfeeder, pupuk granular dapat disebar lebih merata bahkan di area yang sulit dijangkau kendaraan darat. Hal ini membantu petani menjaga produktivitas meski menghadapi keterbatasan infrastruktur. Juga hadirnya lifting system pada DJI Agras T100 dapat menjadi salah satu rekomendasi terbaik pengantaran logistik pada area yang susah dijangkau melalui akses darat dengan kemampuan drone membawa beban muatan mulai dari 80kg sd 100kg ” lanjut Dede.
Drone DJI Agras juga dibekali teknologi canggih seperti LiDAR untuk memetakan kontur lahan, millimeter wave radar untuk mendeteksi rintangan, dan penta vision system yang memastikan navigasi lebih aman di wilayah dengan visibilitas terbatas. Semua sistem ini bekerja otomatis, sehingga mudah dioperasikan bahkan bagi petani pemula.
DJI dan STS memberikan layanan bisnis berupa penjualan unit, layanan after sales, penjualan sparepart, dan training center. Namun seiring berkembangnya permintaan drone di Indonesia, ini juga membuka peluang usaha baru bagi mitra STS yang memiliki drone untuk membuka layanan drone as a service (perusahaan rental drone) yang dapat digunakan untuk membuka jasa penyemprotan maupun pemupukan bagi petani lain.
Data dari beberapa negara di ASEAN menunjukkan return of investment (ROI) bisa tercapai hanya dalam satu hingga dua musim tanam. Hal ini diyakini dapat menarik minat petani di Indonesia Timur untuk beralih ke teknologi modern.
Dukungan pemerintah semakin memperkuat peluang tersebut. Presiden Prabowo Subianto bahkan sempat mencoba langsung drone DJI Agras pada awal 2025. Menurut Dede, langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong modernisasi pertanian melalui mekanisasi.
“Dengan kondisi tersebut, pasar di Indonesia Timur bukan hanya potensial, tapi juga strategis sebagai pionir transformasi pertanian modern di tanah air,” tegasnya.
Sumber artikel :
https://fajar.co.id/2025/09/24/drone-dji-jadi-harapan-baru-pertanian-modern-di-indonesia-timur/2/
Pewarta: Zaki Rif’an
Editor: Fajar.co.id
Copyright © fajar.co.id 2025





